-->

Tahun Duda?

Banyak inbox menanyakan tentang tahun duda. Seperti adat Jawa, banyak yang takut untuk melakukan nikah pada tahun itu, karena tahun duda.

Bila sudah direncanakan dan dimusyawarahkan oleh keluarga, maka saya menyarankan untuk tetap melakukan pernikahan pada tahun itu, dan tawakkal serta berdoa dengan yakin tidak terjadi hal-hal yang diinginkan. Karena hal itu hanya suatu kebiasaan.

وشاورهم في الأمر فإذا عزمت فتوكل على الله.

Saya teringat kisah di kitab "اللجين الداني" tentang orang yang akan melakukan perjalanan untuk dagang kemudian ia bertanya kepada Syaikh Hammad. Syaikh Hammad mengatakan bahwa perjalanan pada tahun itu akan mendatangkan bahaya dan kerugian besar. Orang itu pulang dengan sedih, ditengah jalan bertemu dengan Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani yang pada waktu itu masih muda. Syaikh Abdul Qodir kemudian menyuruh orang itu untuk berangkat dan Beliau yang akan menanggungnya. Syaikh Abdul Qodir pun mendoakan untuk keselamatan dan keberuntungan orang itu sampai tujuh puluh kali, sehingga bahaya dan kerugian pun tidak terjadi pada orang itu.

Dulu saya pernah menanyakan kepada Syaikhona tentang tahun-tahun jawa, beliau menjelaskan: "bacalah kitabku itu, pelajari sendiri".

Malam ini saya coba baca kitab yang disebutkan oleh Syaikhona. Baiklah mari kita bahas tahun duda sedikit demi sedikit.

Orang jawa membagi tahun menjadi delapan bagian, yaitu:

1. Aboge: Alif Rabo Wage. (ألف)
Bila pada permulaan tahun jawa jatuh pada hari Rabu Wage, maka tahun itu dinamakan tahun Alif.

2. Ha'ngadpon: Ha' Ngahad Pon. (هاء)
Bila tanggal 1 Muharrom jatuh pada hari Ahad Pon, maka dinamakan tahun Ha'.

3. Jangahpon: Jim Jum'ah Pon. (جيم)
Bila 1 Muharrom jatuh pada hari Jum'at Pon, maka dinamakan tahun Jim.

4. Zasoheng: Za' Seloso Pahing. (زاء)
Jika 1 Muharrom jatuh pada hari Selasa Pahing, maka dinamakan tahun Za'.

5. Daltugi: Dal Sabtu Legi. (دال)
Jika 1 Muharrom jatuh pada hari Sabtu Legi, maka dinamakan tahun Dal.

6. Bamesgi: Ba' Kamis Legi. (باء)
Bila tanggal 1 Muharrom jatuh pada hari Kamis Legi, maka dinamakan tahun Ba'.

7. Wanenwon: Wawu Senin Kliwon. (واو)
Bila tanggal 1 Muharrom jatuh pada hari Senin Kliwon, maka dinamakan tahun Wawu.

8. Jangahge: Jim Akhir Jum'ah Wage. (جيم أخير)
Bila tanggal 1 Muharrom jatuh pada hari Jum'at Wage, maka dinamakan tahun Jim Akhir.

Penghitungan tahun Jawa memang tidak sama dengan tahun Hijriyah. Walaupun sama dalam satu sisi. Untuk pembahasan tahun Hijriyah sebenarnya sudah lama ditulis dan diterbitkan di Fan Page kanthongumur. Akan tetapi direncanakan akan dibuka kembali pembahasannya pada postingan yang akan datang, In Sya ALLOH.

Kita lanjutkan kembali pembahasan di awal. Tahun yang tidak mempunyai pasangan maka dinamakan tahun duda. Pahami lagi keterangan tahun diatas.

Tahun Aboge berpasangan dengan tahun Jangahge, keduanya memiliki pasaran hari yang sama, yaitu Wage.

Tahun Ha'ngadpon berpasangan dengan Jangahpon, keduanya memiliki pasaran hari yang sama, yaitu Pon.

Tahun Daltugi berpasangan dengan Bamesgi, keduanya memiliki pasaran hari yang sama, yaitu Legi.

Sedangkan Zasoheng dan Wanenwon tidak mempunyai pasangan hari pasaran, sehingga disebut tahun duda. Orang Jawa mencocokkan pasarannya, bukan harinya.

Bersambung...

Sumber : https://www.facebook.com/100004302244939/posts/1451247991695262/

Related Posts

Post a comment

Subscribe Our Newsletter